Tugas Portofolio ke-7
Teori dan Strategi Pembelajaran Vokasi
Judul Portofolio : Strategi Pembelajaran PTK
Nama Mahasiswa : Muhamad Tito Purnomo(2308049032)
Apa itu Strategi Pembelajaran PTK
Strategi pembelajaran adalah cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, meliputi sifat, lingkup, dan urutan kegiatan yang dapat memberi pengalaman belajar kepada siswa. Guru yang profesional dituntut untuk dapat menampilkan keahliannya di depan kelas. Salah satu keahlian tersebut, yaitu kemampuan menyampaikan pelajaran kepada siswa. Untuk dapat menyampaikan pelajaran dengan efektif dan efisien, guru perlu mengenal berbagai jenis strategi pembelajaran sehingga dapat memilih strategi manakah yang paling tepat untuk mengajarkan suatu bidang studi tertentu.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat diartikan sebagai salah satu bentuk penelitian yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran di kelas yang memiliki ciri khusus yaitu untuk memecahkan suatu permasalahan pembelajaran yang ada di kelas dengan melakukan berbagai tindakan yang terstruktur serta menganalisis pengaruh yang ditimbulkan dari perlakuan yang dilakukan. Sehingga, dari sini dapat diketahui bahwasanya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu jenis penelitian yang digunakan di dalam kelas untuk memecahkan permasalahan pembelajaran dengan tujuan agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
a. Pembelajaran berbasis kompetensi
Pembelajaran Berbasis Kompetensi (PBK) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang memfokuskan pada pengembangan kompetensi peserta didik. Kompetensi tersebut didefinisikan sebagai kemampuan dan pengetahuan yang harus dikuasai oleh peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. PBK menekankan pada ketercapaian hasil belajar yang dapat diukur dan diamati.
b. Pembelajaran saintifik
Pembelajaran Saintifik adalah suatu pendekatan pembelajaran yang berlandaskan pada metode ilmiah. Metode ilmiah adalah suatu cara berpikir logis dan sistematis untuk memecahkan masalah. Pembelajaran Saintifik bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan mandiri pada peserta didik.
Perbedaan PBK dan Pembelajaran Saintifik:
2. Pembelajaran Berbasis Proyek dan Pembelajaran Berbasis Masalah
a. Pembelajaran berbasis proyek
Pembelajaran berbasis proyek merupakan pembelajaran yang didasarkan pada penyelesaian proyek bagi peserta didik. Pembelajaran berbasis proyek merupakan kategori strategi pembelajaran tidak langsung (indirect instruction). Pembelajaran berbasis proyek memberikan tugas yang berasal dari masalah. Peserta didik dituntut melakukan pemecahan masalah secara mandiri dengan permasalahan yang autentik sehingga memungkinkan pengembangan keterampilan dan pengetahuan peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran berbasis proyek dapat mendorong peserta didik untuk aktif dan kreatif dan melakukan pengembangan keterampilan secara berkelanjutan.
b. Pembelajaran berbasis masalah
Pembelajaran berbasis masalah adalah strategi pembelajaran yang ―menggerakkan‖ peserta didik belajar secara aktif memecahkan masalah yang kompleks dalam situasi realistik. Pembelajaran berbasis masalah dapat digunakan untuk pembelajaran di tingkat matapelajaran, unit matapelajaran, atau keseluruhan kurikulum. Pembelajaran berbasis masalah seringkali dilakukan dalam lingkungan belajar tim dengan penekanan pada kegiatan membangun pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan dengan pengambilan keputusan secara konsensus, dialog dan diskusi, kerjasama tim, manajemen konflik, dan kepemimpinan tim.
3. Pembelajaran Berbasis Kerja
Pembelajaran Berbasis Kerja adalah istilah untuk kegiatan yang menghubungkan pengusaha dan sekolah untuk memberikan pengalaman belajar khusus bagi siswa. Pengalaman-pengalaman ini berfokus pada pengembangan keterampilan luas yang menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari di kelas ke dunia nyata. Siswa penyandang disabilitas harus diberi kesempatan untuk mengikuti program pembelajaran berbasis kerja yang sesuai dengan kebutuhannya. Pengalaman kerja ini dapat dibayar atau tidak dibayar. Pembelajaran berbasis pekerjaan membantu siswa untuk menemukan minat karir mereka, menilai kebutuhan pelatihan mereka, dan mengembangkan keterampilan dan sikap yang diperlukan untuk pekerjaan yang dibayar.
4. Pembelajaran Teori Kejuruan
Pembelajaran teori kejuruan merupakan bagian penting dalam pendidikan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang bertujuan membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan bidang keahlian yang mereka pilih. Pembelajaran teori kejuruan merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan SMK dan menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja. Dengan mengatasi berbagai tantangan yang ada, pembelajaran teori kejuruan dapat menjadi lebih efektif dan bermanfaat bagi peserta didik dalam mencapai kesuksesan di dunia kerja.
Tantangan Pembelajaran Teori Kejuruan:
- Keterbatasan waktu: Waktu pembelajaran yang terbatas untuk mempelajari semua materi yang dibutuhkan.
- Kurangnya relevansi materi: Materi pembelajaran yang tidak selalu relevan dengan kebutuhan dan tuntutan dunia kerja.
- Keterbatasan sarana dan prasarana: Keterbatasan sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung pembelajaran teori kejuruan.
- Kurangnya motivasi peserta didik: Kurangnya motivasi peserta didik untuk mempelajari teori kejuruan yang dianggap tidak menarik dan tidak langsung berhubungan dengan praktik.
5. Pembelajaran Praktik Bengkel
Pembelajaran Praktik Bengkel adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pengalaman langsung dalam situasi praktis di bengkel atau workshop. Pendekatan ini biasanya digunakan dalam konteks pendidikan teknik, kejuruan, atau keahlian khusus di mana siswa belajar melalui praktik langsung dengan alat, peralatan, atau materi yang relevan dengan bidang studi mereka. Selain itu pembelajaran praktik bengkel adalah pendekatan yang efektif dalam mempersiapkan siswa untuk karir di bidang-bidang teknis atau kejuruan, karena memberikan pengalaman langsung yang tidak dapat diperoleh dari pembelajaran teori saja.
6. Pembelajaran Praktik Laboratorium
Pembelajaran Praktik Laboratorium adalah pendekatan pembelajaran yang menempatkan siswa dalam lingkungan laboratorium yang dirancang khusus untuk eksperimen dan demonstrasi praktis. Dalam pembelajaran ini, siswa belajar melalui pengalaman langsung dengan alat, peralatan, dan materi yang relevan dengan subjek atau bidang studi tertentu. Pembelajaran berbasis kegiatan laboratorium merupakan proses kegiatan laboratorium yang secara langsung dilakukan oleh siswa dalam melakukan eksperimen dengan menggunakan alat-alat sesungguhnya untuk menguji kebenaran suatu teori fisika yang dilakukan secara eksperimen dalam laboratorium fisika.
7. Penilaian Hasil Belajar PTK
Penilaian hasil belajar siswa adalah pengumpulan informasi secara sistematis tentang pembelajaran siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran, dilakukan dengan sumber daya, waktu, dan keahlian yang tersedia, untuk tujuan meningkatkan pembelajaran.
Hasil belajar siswa adalah pernyataan yang jelas dalam hal spesifik dan terukur tentang apa yang akan diketahui siswa atau dapat melakukan sebagai hasil dari berhasil menyelesaikan program atau kursus studi. Hasil pendidikan menyatakan pengetahuan, keterampilan, dan disposisi / sikap diharapkan lulusan dari program ini dan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Apa yang diketahui siswa (pengetahuan)?
- Apa yang dapat dilakukan siswa (keterampilan)?
- Apa yang siswa pedulikan (disposisi / sikap)?
Langkah-langkah penilaian harus fokus terutama pada bukti langsung pembelajaran siswa yang bebas dari pendapat, bukti nyata, dan meyakinkan persis apa yang siswa telah dan belum pelajari. Contoh pengukuran objektif mungkin tes standar, evaluasi portofolio, dan tugas kursus.
Kesimpulan
Strategi adalah suatu pola yang direncanakan dan ditetapkan secara sengaja untuk melakukan kegiatan atau tindakan. Dimana pembelajaran adalah upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar. Dengan demikian strategi pembelajaran mencakup penggunaan pendekatan, metode dan teknik, bentuk media, sumber belajar, pengelompokan peserta didik, untuk mewujudkan interaksi edukasi antara pendidik dengan peserta didik, antar peserta didik, dan terhadap proses, hasil, dan/atau dampak kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini, strategi pembelajaran di artikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang di desain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Unsur-unsur dalam strategi pembelajaran meliputi rangkaian/urutan dan pengelompokan konten, komponen belajar, pengelompokkan peserta didik serta pemilihan media dan sistem pengajaran.
Referensi:
1. Sofyan, H. (2015). Metodologi pembelajaran kejuruan: UNY Press.
2. https://pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/PBIN4301-M1.pdf
4. https://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2013/05/cara-menyusun-kerangka-berpikir-ptk.html
5. https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/perbedaan-project-based-learning-dan-problem-based-learning
6. https://parentnetworkwny.org/id/what-is-work-based-learning/
7. Maliki, F. L., & Anggaryani, M. (2013). Efektivitas pembelajaran berbasis kegiatan laboratorium untuk siswa kelas VII SMP Negeri 6 Surabaya pada materi pokok alat optik. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika, 2(2), 35-39.
8. https://www.calu.edu/inside/faculty-staff/assessment/academic-programs/index.aspx
9. https://www.youtube.com/watch?v=aCxykTz2-ig
10. https://www.youtube.com/watch?v=DMMJFeq2w4c



Komentar
Posting Komentar