Tugas Portofolio Ke-6

 Teori dan Strategi Pembelajaran Vokasi


Judul Portofolio : ASSURE: Instructional Design Model

Nama Mahasiswa : Muhamad Tito Purnomo


      


Apa itu Model Desain Instruksional ASSURE?

Heinrich dan Molenda menciptakan model ASSURE pada tahun 1999. Ini adalah panduan Desain Instruksional terkenal yang menggabungkan multimedia dan teknologi untuk meningkatkan lingkungan belajar dari perspektif konstruktivis. Namanya adalah akronim untuk komponennya, yang akan kita lihat di bawah. Mari selami lebih dalam model dan lihat bagaimana hal itu dapat diterapkan dalam eLearning dan bagaimana manfaatnya bagi pengalaman belajar secara keseluruhan. Berikut rincian setiap langkahnya.

A. Analisis Peserta Didik

Langkah pertama dalam proses ini adalah guru harus menganalisis atribut peserta didiknya. Harus ada fokus pada karakteristik pembelajar yang berhubungan dengan hasil pembelajaran yang diinginkan. Informasi yang dikumpulkan akan membantu Anda dalam mengambil keputusan sehubungan dengan langkah-langkah lain dalam proses tersebut. Ketika Anda menentukan karakter peserta didik, hal itu akan memandu Anda dalam memilih strategi dan sumber daya tertentu untuk membantu proses pembelajaran.

Analisis peserta didik Anda harus mencakup:

  • Atribut umum pelajar Anda, seperti usia, kemampuan akademik, jenis kelamin, minat, dll.
  • Kompetensi sebelumnya
  • Gaya belajar, seperti auditori, visual, dan taktil
  • Standar dan Tujuan Negara

B. Standar dan Tujuan Negara

Setelah dilakukan analisis atribut pembelajar, guru harus menyatakan standar dan tujuan modul pembelajaran. Pernyataan ini terdiri dari spesifikasi tentang apa yang dapat dilakukan pembelajar sebagai hasil dari pengajaran.

Untuk lebih konkritnya, pernyataan ini akan berfokus pada apa yang akan diketahui atau dapat dilakukan oleh pembelajar sebagai hasil dari pengajaran. Contohnya adalah pada mahasiswa kedokteran. Peserta didik akan dapat menyebutkan setidaknya dua database dan dua teknik pencarian yang dapat mereka gunakan untuk menemukan bukti medis untuk kasus tertentu.

Tujuan tersebut dapat digunakan dalam menilai keberhasilan siswa, mungkin untuk proses penilaian. Selain itu, Anda dapat menggunakannya untuk memberi tahu pelajar apa yang akan mereka capai melalui kelas.

Ciri dari serangkaian tujuan pembelajaran yang baik adalah kesesuaiannya dengan ABCD tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dengan baik. Mereka adalah sebagai berikut:

  • Audiens – Untuk siapa tujuan tersebut ditujukan?
  • Perilaku – Perilaku atau kinerja apa yang ingin ditunjukkan?
  • Kondisi – Dalam kondisi apa perilaku atau kinerja akan diamati?
  • Gelar – Sejauh mana pengetahuan atau keterampilan akan dikuasai?

Pernyataan tujuan harus dirumuskan dengan kata kerja yang menunjukkan dengan tepat tujuan pembelajaran. Panduan berguna mengenai kata kerja yang tepat untuk digunakan terdapat dalam Taksonomi Bloom. Ingatlah bahwa penilaian hanya dapat didasarkan pada perilaku peserta didik Anda. Seorang pelajar mungkin mengetahui beberapa materi secara terbalik dan maju, tetapi mungkin tidak dapat mengerjakan ujian dengan baik.

C. Pilih Strategi, Teknologi, Media, dan Material

Huruf “s” kedua dalam akronim berarti strategi, teknologi, media, dan materi pilihan. Mengingat tujuan pembelajaran Anda, penting untuk memilih strategi pembelajaran, teknologi, dan media yang akan memberikan hasil yang Anda inginkan.

Pertama, Anda harus mencari tahu metode penyampaian mana yang terbaik untuk pengajaran Anda. Misalnya, berapa proporsi pengajaran Anda yang berpusat pada instruktur dan berapa proporsi yang berpusat pada siswa? Yang pertama adalah strategi seperti ceramah, demonstrasi atau pemutaran video. Yang kedua adalah strategi seperti diskusi kelompok atau kerja kelompok kooperatif.

Akal sehat mempertimbangkan strategi yang berpusat pada peserta didik. Pembelajaran menjadi lebih seru bila partisipasi kelas lebih banyak. Pada akhirnya, pembelajarlah yang harus menguasai materi, bukan gurunya. Namun, akan ada sejumlah informasi dan teknik penting yang harus diberikan dan didemonstrasikan oleh guru.

Pembelajaran akan mencapai kondisi terbaiknya ketika guru hanya mengarahkan siswa untuk menemukan sendiri jawaban yang benar atas suatu permasalahan. Guru yang efektif hanyalah fasilitator dalam proses pembelajaran.

Setelah Anda memilih strategi pengajaran, inilah saatnya mencari tahu teknologi, media, dan materi mana yang paling mendukung metode pengajaran yang Anda gunakan. Mulai dari alat sederhana seperti kapur tulis dan papan tulis hingga alat yang lebih canggih seperti presentasi power-point. Yang harus diingat adalah instruktur merupakan unsur penting dalam penyampaian materi. Alat-alat mewah memang berguna, tetapi pada akhirnya hal itu bermuara pada memiliki seseorang yang mengetahui lebih dari apa yang ada dalam buku teks.

D. Memanfaatkan Teknologi, Media, dan Material

Langkah dalam proses ASSURE ini menyangkut pembuatan rencana bagaimana Anda akan memanfaatkan teknologi, media, dan materi yang telah Anda pilih. Seperti semua langkah instruksional, Anda harus memastikan bahwa rencana Anda berkontribusi dalam menghasilkan tujuan yang telah Anda tetapkan.

Penting untuk mengikuti proses “lima p” untuk mencapai hal ini:

1. Pratinjau Teknologi, Media, dan Material

Artinya, penting untuk merencanakan sebelumnya bagaimana Anda akan menggunakannya. Ada baiknya untuk melakukan uji coba pelajaran Anda sebelum Anda benar-benar mengajarkannya. Pastikan seluruh pembelajaran akan berjalan lancar dan lancar.

2. Menyiapkan Teknologi, Media, dan Material

Anda perlu mengumpulkan semua hal yang Anda perlukan untuk mengajarkan pelajaran Anda. Mereka harus bekerja dengan baik. Misalnya, jika Anda membuat presentasi power-point, Anda perlu membuat teks dan grafik untuk setiap layar.

3. Mempersiapkan Lingkungan

Ada beberapa persiapan minimal yang diperlukan untuk menyiapkan lingkungan belajar. Hal-hal sederhana seperti memastikan Anda memiliki meja yang cukup adalah penting. Selain itu, jika Anda dapat mengendalikan situasi, Anda harus memastikan tidak ada sumber kebisingan yang dapat mengganggu siswa.

4. Mempersiapkan Peserta Didik

Pertama, Anda perlu memberikan informasi yang jelas kepada peserta didik mengenai tujuan pembelajaran. Hal ini akan membantu pembelajar membuat peta mental tentang apa yang perlu mereka serap. Selanjutnya, penting untuk memberi tahu siswa bagaimana mereka akan dinilai. Anda perlu memberi tahu mereka apa tugas mereka, bagaimana penilaiannya, apakah ada ujian, dll. Selain itu, Anda juga harus menjelaskan kepada siswa apa manfaat mempelajari materi tersebut.

5. Memberikan Pengalaman Belajar

Anda kemudian benar-benar melaksanakan pelajaran tersebut. Di sinilah semua perencanaan Anda berlaku. Anda harus bersiap untuk melaksanakan pelajaran dengan mempertimbangkan setiap langkah proses sebelumnya. Ini akan menjamin kesuksesan Anda sebagai seorang guru.

E. Membutuhkan Partisipasi Pelajar

Langkah ini sebenarnya termasuk dalam langkah sebelumnya. Hal ini mengharuskan Anda membuat rencana tentang bagaimana Anda akan secara aktif melibatkan siswa Anda dalam materi yang Anda ajarkan. Hal ini perlu dipikirkan baik di tingkat kelas maupun tingkat individu.

Langkah paling mendasar yang dapat dilakukan adalah mewajibkan partisipasi siswa dalam diskusi kelas. Pendekatan yang lebih canggih akan mengharuskan siswa mempersiapkan pertanyaan dan komentar di rumah untuk dibawa ke dalam kelas. Anda bahkan dapat mencoba mengizinkan siswa secara individu untuk memimpin kelas atau diskusi dalam gaya seminar.

Selain itu, Anda perlu merencanakan dengan tepat bagaimana siswa akan berpartisipasi dalam proses pembelajaran secara umum. Bagaimana mereka akan mempelajari informasi dan teknik yang disertakan dalam pelajaran? Rencana ini perlu lebih spesifik dari sekedar mengatakan bahwa mereka akan mendengarkan dan menyerap materi. Mungkin Anda akan mendorong jenis pencatatan tertentu atau strategi pembelajaran lainnya.

F. Evaluasi dan Revisi

Langkah terakhir dalam proses ASSURE sama pentingnya dengan langkah lainnya. Pada langkah ini, Anda mengevaluasi dampak pengajaran Anda terhadap pembelajaran siswa. Ini mencakup evaluasi strategi pengajaran Anda dan teknologi, media, dan materi yang Anda gunakan. Pertanyaan-pertanyaan berikut berguna untuk ditanyakan selama evaluasi ini:

Apakah pembelajaran Anda memenuhi tujuan pembelajaran yang Anda rencanakan? Bagaimana Anda menentukan apakah siswa mencapai tujuan? Apakah cara Anda menilai siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran Anda?

Bisakah pelajaran ini diperbaiki? Bagaimana? Bagaimana Anda akan menilai kelemahan dalam presentasi Anda?

Apakah pilihan media dan materi Anda sudah bagus? Bagaimana Anda menilai efektivitas alat-alat ini?

Mungkinkah teknologi, media, dan materi lain dapat memberikan hasil yang lebih baik?

Langkah terakhir dalam evaluasi Anda harus berfokus pada umpan balik dari siswa Anda. Apakah pengalaman mereka secara keseluruhan positif? Apakah mereka merasa telah mencapai tujuan Anda dan tujuan pribadi mereka? Bagaimana Anda menentukan apakah kinerja Anda efektif atau tidak?

Kesimpulannya, proses ASSURE sebenarnya hanyalah masalah akal sehat. Namun, sebaiknya ikuti panduan yang teratur untuk meningkatkan teknik mengajar Anda. Setiap guru yang efektif tahu bahwa kesempurnaan teknik mereka tidak datang dalam semalam, dan selalu ada ruang untuk perbaikan. Dengan mengikuti proses ASSURE, Anda pasti akan meningkatkan pengajaran Anda selama bertahun-tahun yang akan datang.




Referensi :

  1. https://educationaltechnology.net/assure-instructional-design-model/
  2. Assure Model PowerPoint Presentation Slides - PPT Template (collidu.com)
  3. The ASSURE Instructional Design Model And How To Use It - (elearningindustry.com)
  4. (PDF) Instructional Design and Models: ASSURE and Kemp (researchgate.net)
  5. researchgate.net/profile/Y-Erisen/publication/283732173_DESIGNING_PCM_INSTRUCTION_BY_USING_ASSURE_INSTRUCTIONAL_DESIGN_MODEL/links/5646244808ae54697fb9d855/DESIGNING-PCM-INSTRUCTION-BY-USING-ASSURE-INSTRUCTIONAL-DESIGN-MODEL.pdf
  6. ASSURE - InstructionalDesign.org
  7. https://youtu.be/KxDzR0Iw-BM?si=YvoyuDCAUJ-033Nj
  8. https://youtu.be/as9F201ZQ2k?si=8oIeixLpp_k6u3iE

Komentar

  1. Model ASSURE memberikan pendekatan yang sistematis dan berfokus pada pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran Dalam konteks pengajaran di Indonesia, model ini dapat membantu guru dalam merencanakan dan mengimplementasikan penggunaan teknologi dengan tepat untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran peserta didik.
    Tetapi perlu untuk memperhatikan ketersediaan sumber daya teknologi, konteks budaya, dan kebutuhan peserta didik dalam mengadaptasi model ini agar sesuai dengan situasi di Indonesia yang pemerataan teknologinya belum sempurna.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali metodr ini bagus tetapi perlu adanya sarana dan prasarana yang mencukup. seprtinya sekolah swasta pinggiran seperti smk tempat saya bekerja belum bisa menerapkan pembelajaran ini

      Hapus
  2. Setiap jenis model pembelajaran biasanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, begitu juga dengan model pembelajaran ASSURE. Menurut Prawiradilaga (2008), kelebihan dan kekurangan model pembelajaran ASSURE adalah sebagai berikut:
    a. Kelebihan Kelebihan atau keunggulan model pembelajaran ASSURE adalah:
    1. Lebih banyak komponennya dibandingkan dengan model materi ajar. Komponen tersebut di
    antaranya: analisis pembelajaran, strategi pembelajaran, sistem penyampaian, penilaian
    proses belajar dan penilaian belajar.
    2. Sering diadakan pengulangan kegiatan dengan tujuan evaluasi.
    3. Mengutamakan partisipasi pembelajaran dalam poin require leaner participation sehingga
    diadakan pengelompokan kecil, seperti pengelompokan belajar mandiri dan tim, serta
    penugasan yang bertujuan untuk memicu keaktifan peserta didik.
    4. Guru wajib menyampaikan materi dan mengelola kelas, serta mampu memanfaatkan media,
    metode, bahan ajar secara optimal.
    5. Model pembelajaran ini sangat sederhana dan dapat diterapkan sendiri oleh guru.
    b. Kekurangan
    Kekurangan atau kelemahan model pembelajaran ASSURE adalah:
    1. Tidak mengukur dampak terhadap proses belajar karena tidak didukung oleh komponen supra
    sistem.
    2. Adanya penambahan tugas dari seorang pengajar.
    3. Perlu upaya khusus dalam mengarahkan peserta didik untuk persiapan kegiatan belajar
    mengajar.
    NIM 2308049028

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bu guru sedikit harus aktif dalam pembelajaran ini terutama dengan penambahan tugasnya dan perlu mengarahkan siswanya

      Hapus
  3. Keunikan Model ASSURE yaitu Fokus pada penggunaan media dan teknologi membantu guru dalam memilih dan memanfaatkan media serta teknologi secara efektif untuk mendukung pembelajaran. Kerangka kerja yang sistematis Menyediakan langkah-langkah yang jelas dan terstruktur untuk merencanakan pembelajaran. Fleksibel dan dapat disesuaikan Dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran, jenjang pendidikan, dan kondisi pembelajaran yang berbeda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya metode ini memudahkan guru dalam pembelajaran pak. Dengan menggunakan media dan teknologi siswa akan lebih mudah memahami dan guru lebih mudah dalam menjelaskannya

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. ASSURE model adalah salah satu petunjuk dan perencanaan yang bisa membantu untuk bagaimana cara merencanakan, mengidentifikasi, menentukan tujuan, memilih metode dan bahan, serta evaluasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bu.lebih direncanakan sehingga pembelajaran akan efektif, tetapi guru mendapatkan tugas tambahan seperti yangdisebutkan diatas

      Hapus
  6. seiring dengan perkembangan teknologi di jaman sekarang cocok menggunakan Model ASSURE yang dirancang untuk membantu guru merencanakan pelajaran yang secara efektif mengintegrasikan penggunaan teknologi dan media di kelas. (2308049029

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul pak. tetapi metode ini tida cocok untuk guru yang kurang update terhadap teknologi.

      Hapus
  7. saya sepakat dengan pak Khoirul, betul sekali, model ASSURE memberikan pendekatan yang sistematis dan berfokus pada pemanfaatan teknologi. Ini sangat kekinian, dan anak-anak tidak akan jenuh karena pembelajaran berlangsung sistematis artinya bisa mudah dimengerti, dan memanfaatkan teknologi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali pak. pembelajaran akan lebih aktif dan fokus dengan daya tarik visual dengan adanya teknologi

      Hapus
  8. Model ASSURE strategi pembelajaran yang efektif dan memanfaatkan tehnologi untuk mengefisienkan media, sangat cocok untuk pembelajaran modern simple dan mudah diaplikasikan ke peserta didik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bu. apalagi pada mapel kejuruan siswa akan lebih mudah memahaminya

      Hapus
  9. Menerapkan teknologi, media dan material memang efektif meningkatkan pemahaman siswa. dulu ada PembaTIK kepanjangan dari Pembelajaran berbasis TIK, merupakan program Peningkatan Kompetensi TIK guru yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK Guru UNESCO. Standar kompetensi TIK ini terdiri dari 4 level, yaitu level literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi (4i leveling). namun program tersebut sepertinya terhenti atau ada modifikasi program

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Portofolio Ke-9

Tugas Portofolio Ke-8