Tugas Portofolio Ke-9

Teori dan Strategi Pembelajaran Vokasi

Judul Portofolio : Multimedia Pembelajaran

Nama Mahasiswa : Muhamad Tito Purnomo(2308049032)

Apa itu Multimedia Pembelajaran?

Menurut Sadiman (2008) adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan. Dalam hal ini adalah proses merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sehingga proses belajar dapat terjalin. 

Hamalik (dalam Arsyad, 2002) mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh – pengaruh psikologis terhadap siswa.

A. Tinjauan Umum Multimedia

Surjono (2017:3) menyatakan multimedia yang digunakan untuk mempermudah siswa dalam memahami materi pembelajaran sehingga mencapai tujuan pembelajaran tertentu sering disebut dengan multimedia pembelajaran. Multimedia memiliki elemen-elemen yang dapat mendukung proses pembelajaran, elemen-elemen yang terdapat dalam multimedia seperti teks, grafik, gambar, video, animasi, audio dan interaktivitas memiliki pengaruh yang lebih besar dalam memberikan kemudahan bagi siswa dan guru untuk memahami materi pelajaran. Peran multimedia dalam dunia pendidikan menjadikan multimedia sering digunakan untuk menunjang proses pembelajaran, seorang pendidik akan merasa terbantu jika adanya multimedia dalam proses pembelajaran. Selain itu, adanya multimedia dalam proses pembelajaran akan menjadikan suasana belajar menjadi lebih interaktif, efektif, efesien dan menyenangkan.

B. Prinsip-prinsip Multimedia

Tantangan kita adalah bagaimana agar ketika siswa belajar melalui multimedia pembelajaran dapat mengurangi aktivitas extraneous processing, mengelola aktivitas essential processing dan meningkatkan aktivitas generative processing. Implikasi praktis dari teori kognitif multimedia pembelajaran sebagaimana dijelaskan diatas adalah munculnya berbagai prinsip, yang dikenal dengan prinsip multimedia pembelajaran (Meyer, 2009)

Terdapat beberapa prinsip yang perlu diterapkan ketika kita akan mengakomodasi multimedia untuk pembelajaran. Prinsip untuk mengurangi aktivitas extraneous processing antara lain: Contiguity, Coherence, Signaling, Redundancy. Prinsip untuk mengelola aktivitas essential processing antara lain: Segmenting, Pre-training, Modality. Prinsip untuk meningkatkan aktivitas generative processing antara lain: Multimedia, Personalization, Interactivity. Ketiga aktivitas tersebut dirangkum dalam gambar berikut.

C. Multimedia Pembelajaran Interaktif

Multimedia pembelajaran interaktif adalah metode pembelajaran yang menggabungkan berbagai bentuk media—seperti teks, gambar, audio, video, dan animasi—dengan elemen interaktif yang memungkinkan pengguna berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Tujuan utama dari multimedia pembelajaran interaktif adalah untuk meningkatkan keterlibatan dan efektivitas pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi digital. Tiga hal pokok atau kata kunci dalam MPI tersebut adalah multimedia, pembelajaran, dan interaktif. Ketiga hal pokok tersebut harus ada. Dalam hal multimedia, tentu saja tidak harus berisi semua komponen multimedia untuk bisa disebut sebagai MPI. Dalam hal pembelajaran, MPI harus berisi materi pembelajaran dengan cakupan keluasan dan kedalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu, dalam MPI, tujuan harus disampaikan dengan jelas, materi harus disajikan melalui kombinasi multimedia, dan ada upaya untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil belajar misalnya dalam bentuk soal atau quiz. Dalam hal interaktif, MPI harus mempunyai fitur yang memungkinkan pengguna dapat terlibat secara aktif untuk berinteraksi dengan program.

D. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif

Model pengembangan adalah langkah sistematis dalam membuat program MPI. Ada banyak model yang sering dipakai oleh para pengembang MPI. Salah satu model pengembangan MPI adalah APPED dengan langkah-langkah: Analisis dan Penelitian Awal, Perancangan, Produksi, Evaluasi, Diseminasi. Model APPED adalah model pengembangan multimedia pembelajaran interaktif yang diinspirasi akan kebutuhan penelitian jenis R & D dimana pada tahap awal diperlukan upaya penelitian sebagai bagian dari penelitian dan pengembangan.

Hasil dari proses produksi adalah program MPI yang sudah berfungsi sesuai target dan siap untuk divalidasi oleh ahli pada tahap berikutnya yaitu evaluasi. Pada tahap evaluasi ini pengembang menjamin bahwa produk MPI layak untuk digunakan setelah divalidasi dan direvisi. Langkah terakhir adalah diseminasi produk MPI sebagai tanggung jawab pengembang untuk mensosialisasikan produknya dan menguji apakah produk MPI tersebut benar-benar efektif untuk pembelajaran.

E. Evaluasi Multimedia

Evaluasi merupakan salah satu tahapan yang sangat penting dalam proses pengembangan MPI. Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui kualitas program multimedia yang telah dibuat oleh orang lain, untuk mendapatkan agar program multimedia yang kita kembangkan menjadi berkualitas, dan untuk mengetahui efektifitas dan dampak program multimedia dalam pembelajaran. Secara garis besar, evaluasi MPI bisa dibagi menjadi dua, yaitu evaluasi formatif dan sumatif. Evaluasi formatif dilakukan ketika proses pengembangan sedang berlangsung dengan tujuan agar produk menjadi lebih baik sebelum produk itu dipakai oleh pengguna secara luas. Dengan demikian akan diperoleh produk multimedia yang benar-benar berkualitas sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Sedangkan evaluasi sumatif dilakukan ketika produk telah selesai dan siap dipakai oleh pengguna, sehingga dapat diketahui tingkat efektifitas produk multimedia tersebut.

F. Kesimpulan

Multimedia pembelajaran adalah penggunaan kombinasi teks, gambar, audio, video, dan animasi dalam proses pendidikan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa. Dengan mengintegrasikan berbagai bentuk media, multimedia pembelajaran dapat menyajikan materi dengan cara yang lebih menarik dan interaktif, membantu siswa dengan berbagai gaya belajar untuk lebih mudah memahami konsep yang diajarkan. Selain itu, multimedia pembelajaran memungkinkan penggunaan simulasi dan demonstrasi yang tidak bisa dilakukan di kelas tradisional, memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam. Teknologi e-learning, video tutorial, dan aplikasi pendidikan interaktif adalah contoh bagaimana multimedia digunakan dalam pembelajaran modern. Meskipun menawarkan banyak keuntungan, implementasi multimedia pembelajaran juga memerlukan perencanaan yang matang dan akses ke perangkat yang memadai untuk memastikan efektivitasnya.

Referensi :

1. Multimedia-Pembelajaran-2017-Cetak-smSC.pdf (uny.ac.id)

2. Microsoft Word - UNIKOM_LAZUARDI_BAB II

3. 4.bab II.pdf (uny.ac.id)

4. Hardianto, D. (2011). Penerapan prinsip desain multimedia untuk pembelajaran. In International Conference Proceeding “ICT in Education For Peace (Vol. 1, No. 3, p. 10).

5. Sadiman, A. S. (2008). Pusat Sumber Belajar Gugus Menunjang Upaya Pengembangan Profesional Guru Secara Berkelanjutan. Jurnal Teknodik, 007-020.

6. Hardianto, D. (2011). Penerapan prinsip desain multimedia untuk pembelajaran. In International Conference Proceeding “ICT in Education For Peace (Vol. 1, No. 3, p. 10).

7. https://youtu.be/q6HuPEBwXqc

8. https://youtu.be/AJ3wSf-ccXo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Portofolio Ke-8

Tugas Portofolio Ke-6