Tugas Portofolio Ke-10

 Teori dan Strategi Pembelajaran Vokasi

Judul Portofolio : Pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)

Nama Mahasiswa : Muhamad Tito Purnomo(2308049032)


    

Apa itu Kurikulum Berbasis Kompetensi?

Secara sederhana, pembelajaran berbasis kompetensi adalah sistem pembelajaran yang memiliki orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Sehingga, tolok ukur metode ini adalah peningkatan kompetensi peserta didik. Baik dari segi pemahaman terhadap pengetahuan, implementasi sikap, dan keterampilan.Dalam sistem pembelajaran ini, tenaga pendidik perlu menentukan standar minimum kompetensi terlebih dahulu. Selain itu, tenaga pendidik juga perlu menyiapkan komponen materi pembelajaran berbasis kompetensi yang terdiri dari 3 komponen.Komponen pertama adalah kompetensi yang akan dicapai. Komponen kedua adalah strategi penyampaian yang digunakan agar kompetensi yang diharapkan bisa tercapai. Dan komponen ketiga adalah sistem evaluasi atau penilaian untuk mengukur keberhasilan peserta didik dalam mencapai kompetensi yang diharapkan.

A. Manfaat Kurikulum Berbasis Kompetensi

Kurikulum berbasis kompetensi memberikan sejumlah manfaat, antara lain:

1. Relevansi dengan Dunia Kerja

Peserta didik akan lebih siap menghadapi dunia kerja karena kurikulum berbasis kompetensi dirancang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.

2. Pengembangan Keterampilan

Fokus pada pengembangan keterampilan praktis memungkinkan peserta didik mengaplikasikan pengetahuan dalam situasi nyata.

3. Responsif terhadap Perubahan

Kurikulum berbasis kompetensi lebih mudah disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat.

B. Karakteristik Kurikulum Berbasis Kompetensi

Departemen Pendidikan menetapkan karakteristik KBK sebagai berikut:

1. Menekankan pada ketercapaian kompetensi baik secara individual maupun klasikal. KBK memuat sejumlah kompetensi yang harus dicapai siswa dan kompetensi tersebut sebagai standar minimal atau kemampuan dasar.

2. Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman, artinya keberhasilan pencapaian kompetensi dasar diukur oleh indikator hasil belajar. Indikator inilah yang dijadikan acuan kompetensi yang diharapkan. Proses pencapaian bergantung pada kemampuan dan kecepatan yang berbeda pada setiap siswa.

3. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi sesuai dengan keberagaman siswa.

4. Sumber belajar bukan hanya guru tetapi sumber belajar lain yang memenuhi unsur edukatif, artinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Guru berperan sebagai fasilitator untuk mempermudah siswa belajar dari berbagai macam sumber belajar.

5. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. KBK menempatakan hasil dan proses belajar sebagai dua sisi yang sama pentingnya.

C. Ciri Pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi


1. Student Centered 

Siswa menjadi subjek dan perbedaan kecepatan belajar dihargai/diperhatikan

2. Integrated Learning

Pengelolaan Pembelajaran secara integratif bermuara kepada profil kompetensi lulusan

3. Individual Learning

Siswa sebagai individu dimungkinkan belajar menguasai kompetensi dalam modul

4. Mastery Learning

Pembelajaran yang mengacu pada ketuntasan pencapaian Kompetensi sebelum meneruskan ke kompetensi berikutnya

5. Problem Solving

Proses dan hasil belajar mengacu pada aktivitas pemecahan masalah kompetensi yang ada di DUDI menggunakan pendekatan Kontekstual

6. Experience-based Learning

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan praktek atau pengalaman nyata 

D. Komponen Utama Kurikulum Berbasis Kompetensi

Kurikulum berbasis kompetensi merupakan kerangka inti yang memiliki empat komponen dasar yaitu:

1. Kurikulum Hasil Belajar (KHB).

Memuat perencanaan pengembangan peserta didik yang perlu dicapai secara keseluruhan. Kurikulum dan hasil belajar ini memuat kompetensi, hasil belajar, dan indikator keberhasilan. KHB memberikan suatu rentang kompetensi dan hasil belajar siswa yang bermanfaat bagi guru untuk menentukan apa yang harus dipelajari oleh siswa, bagaimana seharusnya mereka dievaluasi, dan bagaimana pembelajaran disusun.

2. Penilaian Berbasis Kelas (PBK).

Memuat prinsip, sasaran, dan pelaksanaan penilaian berkelanjutan yang lebih akurat dan konsisten sebagai akuntabilitas publik melalui penilaian terpadu dengan kegiatan belajar mengajar di kelas (berbasis kelas) dengan mengumpulkan kerja siswa (fortofolio), hasil karya (produk), penugasan (proyek), kinerja (performance), dan tes tertulis. Penilaian ini mengidentifikasi kompetensi/hasil belajar yang telah dicapai, dan memuat pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai serta peta kemajuan belajar siswa dan pelaporan

3. Kegiatan Belajar Mengajar.

Memuat gagasan-gagasan pokok tentang pembelajaran dan pengajaran untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan serta gagasan-gagasan pedagogis dan andragogis yang mengelola pembelajaran agar tidak mekanistik.

4. Pengelolaan Kurikulum Berbasis sekolah.

Memuat berbagai pola pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lain untuk meningkatkan mutu hasil belajar. Pola ini dilengkapi dengan gagasan pembentukan jaringan kurikulum, pengembangan perangkat kurikulum (antara lain silabus), pembinaan profesional tenaga kependidikan, dan pengembangan sistem informasi kurikulum.

E. Prinsip Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi

Pengembangan kurikulum menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan prinsip-prinsip baru. Oleh karena itu, dalam implementasi kurikulum di lembaga pendidikan sangat dimungkinkan untuk menggunakan prinsip yang berbeda dari kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lain, sehingga akan ada banyak prinsip yang digunakan dalam pengembangan kurikulum.Hamalik, sebagaimana dikutip oleh Syafaruddin dan Amiruddin menyebutkan delapan prinsip dalam pengembangan kurikulum. Prinsip-prinsip tersebut antara lain; prinsip berorientasi pada tujuan, relevansi, efisiensi, fleksibilitas, kontinuitas, keseimbangan, keterpaduan, dan mutu. Sedangkan Sukmadinata, membagi prinsip pengembangan kurikulum menjadi dua kelompok, yakni prinsip umum dan prinsip khusus.

F. Kesimpulan

Pembelajaran kurikulum berbasis kompetensi merupakan pendekatan pendidikan yang berfokus pada pengembangan kemampuan atau kompetensi yang spesifik pada peserta didik. Kurikulum ini dirancang untuk memastikan bahwa siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan kehidupan nyata dan dunia kerja. Dalam pembelajaran berbasis kompetensi, tujuan pembelajaran dinyatakan dalam bentuk kompetensi yang harus dicapai oleh siswa, seperti keterampilan berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi, dan keterampilan teknis tertentu. Penilaian dalam kurikulum ini juga lebih berorientasi pada pencapaian kompetensi, di mana siswa harus menunjukkan kemampuan mereka melalui tugas-tugas praktis, proyek, dan ujian kinerja. Pendekatan ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan keterampilan yang relevan dan adaptif terhadap perubahan.

Referensi :

1. Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi: Menuju Pendidikan Berkualitas – FSIP Teknokrat

2. Rahdiyanta, D. (2003). Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). In Seminar Nasional Implementasi KBK, FT-UNY, Yogyakarta, Indonesia.

3. Kurikulum Berbasis Kompetensi - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

4. https://itjen.kemdikbud.go.id/web/berbagai-kurikulum-yang-pernah-diterapkan-di-indonesia/#:~:text=Kurikulum%202004%20atau%20lebih%20dikenal,dalam%20kebiasaan%20berpikir%20dan%20bertindak.

5.Mengenal Pembelajaran Berbasis Kompetensi, Ciri-Ciri, dan Tujuannya (pijarsekolah.id)

6. Suteja, J., & Cirebon, I. S. N. (2017). Model-model pembelajaran dalam kurikulum berbasis kompetensi kkni di perguruan tinggi. Jurnal Edueksos6(1), 81-100.

7. Pembelajaran Berbasis Kompetensi di SMK - Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (pendidikankewarganegaraan.com)

8. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) – Pendidikan Bahasa Arab (umy.ac.id)

9. What is Competency-Based Education? - YouTube

10. Competency Based Approach (youtube.com)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Portofolio Ke-9

Tugas Portofolio Ke-8

Tugas Portofolio Ke-6