Tugas Portofolio Ke-11
Teori dan Strategi Pembelajaran Vokasi
Judul Portofolio : Blended Learning dalam Pembelajaran Vokasi
Nama Mahasiswa : Muhamad Tito Purnomo(2308049032)
Apa itu blended learning dalam pembelajaran vokasi?
Blended learning adalah sebuah kemudahan pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, dan gaya pembelajaran, memperkenalkan berbagai pilihan media dialog antara fasilitator dengan orang yang mendapat pengajaran. Blended learning juga sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online, tapi lebih daripada itu sebagai elemen dari interaksi sosial.
Kemudian Bonk dan Graham juga memberikan penjelasan terkait pembelajaran campuran. Menurut mereka, blended learning berfokus pada:
- Perpaduan antara strategi pembelajaran.
- Perpaduan antara metode pembelajaran.
- Kombinasi pembelajaran online dengan tatap muka.
Dengan menggabungkan berbagai strategi serta teknik mengajar dalam pembelajaran campuran, diharapkan mampu membantu peserta didik mencapai target pembelajarannya secara maksimal.
A. Karakteristik Blended Learning
Kemudian untuk beberapa karakteristik blended learning adalah seperti penjelasan berikut:
1. Menggabungkan Beragam Cara Penyampaian
Karakteristik yang pertama, metode ini menggabungkan antara beragam model pembelajaran yang sifatnya konvensional atau offline dengan pembelajaran online. Sebenarnya ini bukan metode baru melainkan menjadi sebuah pelengkap dari metode belajar daring alias e-learning. Di dalam pembelajaran gabungan ini, yang menjadi fokus utamanya yaitu pelajar diharapkan mampu belajar secara mandiri. Mereka juga harus memiliki tanggung jawab dalam mengikuti pembelajaran serta menyelesaikan apa yang menjadi tugasnya.
2. Kombinasi Pengajaran Secara Langsung
Metode blended learning juga merupakan pembelajaran yang berbasis komputer. Itu artinya, dalam menerapkannya harus memanfaatkan pendekatan teknologi dengan mengombinasikan berbagai sumber belajar tatap muka. Untuk media yang dipakai yaitu telepon seluler, komputer, video conference, dan sebagainya.
3. Perpaduan Antara Cara Mengajar dan Gaya Pembelajaran Efektif
Dengan adanya metode pembelajaran gabungan, peserta didik akan semakin termotivasi untuk dapat melaksanakan berbagai aktivitas pembelajaran secara mandiri. Mereka juga bisa bertanya dengan mudah melalui forum diskusi baik kepada guru maupun peserta didik lainnya.
4. Guru dan Orang Tua Mempunyai Peran yang Sama
Karakteristik berikutnya dari pembelajaran gabungan adalah guru serta orang tua mempunyai peran yang sama. Metode ini akan menjadi sebuah pilihan serta solusi terbaik untuk bisa meningkatkan efektivitas maupun efisiensi dalam aktivitas belajar mengajar. Daya tarik agar bisa berinteraksi dalam lingkungan belajar juga akan meningkat. Metode ini juga akan memberikan fasilitas pembelajaran yang bersifat sensitif, terutama tentang perbedaan terkait karakter psikologis.
B. Manfaat Blended Learning
Setelah memahami karakteristiknya, sekarang apa manfaat yang bisa kamu peroleh dengan menerapkan metode pembelajaran gabungan? Beberapa manfaatnya yaitu:
1. Lebih Fleksibel
Tujuan menerapkan metode blended learning adalah agar pembelajaran menjadi lebih fleksibel. Tentu saja ini berbeda jika kamu bandingkan dengan pembelajaran tradisional. Pada metode ini, memungkinkan para peserta didik agar bisa belajar sesuai kecepatannya sendiri.
2. Hasil Belajar yang Efektif
Gabungkan berbagai metode pengajaran dari blended learning sudah terbukti mampu meningkatkan hasil belajar para peserta didik.
3. Meningkatkan Interaksi dan Keterlibatan Peserta Didik
Sekarang banyak peserta didik yang sudah tidak asing dengan teknologi. Mereka memanfaatkan teknologi tersebut setiap hari. Maka dari itu, dengan memanfaatkan teknologi ketika belajar akan membuat mereka cenderung lebih mudah untuk terlibat di dalam aktivitas pembelajaran.
4. Manfaat Blended Learning, Mampu Meningkatkan Kepuasan Belajar
Metode pembelajaran gabungan juga terbukti mampu meningkatkan kepuasan para peserta didik terkait pembelajaran serta hasil belajar yang mereka dapatkan.
5. Partisipasi Peserta Didik Menjadi Lebih Aktif
Dalam pembelajaran berbasis offline atau tradisional, peserta didik cenderung pasif ketika mengikuti pembelajaran. Salah satu alasannya karena pembelajaran yang berlangsung di kelas bersifat teacher-centered atau berpusat pada guru.
6. Menghemat Biaya serta Waktu
Model pembelajaran campuran memungkinkan guru serta peserta didik untuk lebih menghemat waktu serta biaya. Maksudnya, guru bisa menghemat pemakaian kertas karena aktivitas pembelajaran dapat terlaksana secara paperless. Guru bisa memanfaatkan handout, worksheet, maupun penunjang yang lainnya tanpa harus mencetak maupun menggandakannya.
C. Kategori Pembelajaran Blended
Pembelajaran blended dapat dikategorikan ke dalam tiga jenis yakni:
1. Enabling adalah pembelajaran blended yang ditujukan untuk peningkatan akses dan kenyamanan siswa dalam mengikuti suatu pembelajaran. Contoh jenis pembelajaran ini adalah pembelajaran blended untuk peningkatan fleksibilitas bagi siswa atau pembelajaran blended yang ditujukan untuk menyediakan peluang-peluang memperoleh lingkungan belajar yang sama untuk berbagai strategi yang digunakan.
2. Enhancing merupakan pembelajaran blended yang mengijinkan adanya perubahan-perubahan pada aspek pedagogi tetapi tidak secara radikal dalam mengubah cara mengajar dan belajar yang terjadi. Contoh pembelajaran ini adalah pembelajaran tatap muka yang dilengkapi dengan sumber-sumber belajar online.
3. Transforming merupakan pembelajaran blended yang mengijinkan dilakukannya transformasi pedagogi secara radikal. Contoh pembelajaran ini adalah model pembelajaran berbasis masalah yang merupakan gabungan dari aktivitas tatap muka dengan berbagai aktivitas dimediasi komputer yang mengarahkan siswa untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan melalui interaksi secara dinamis.
D. Tantangan dalam Menerapkan Blended Learning
Dengan segala manfaatnya, ternyata ada tantangan tersendiri bagi yang ingin menerapkan metode pembelajaran gabungan ini. Beberapa tantangan tersebut yaitu:
1. Bergantung pada Teknologi
Blended learning adalah metode yang menggabungkan pembelajaran online dengan tatap muka. Itu artinya, dalam menerapkannya harus bergantung pada teknologi. Sekolah yang ingin menerapkan metode tersebut juga harus mempunyai alat, infrastruktur, serta dukungan keuangan sesuai teknologi yang diperlukan.
2. Memerlukan Pengetahuan yang Mumpuni tentang Teknologi
Guru-guru harus mampu menguasai teknologi yang akan mereka pakai dalam aktivitas pembelajarannya. Guru harus mengevaluasi serta memanfaatkan data agar bisa mengatasi kesenjangan yang terjadi pada hasil belajar peserta didik.
E. Kesimpulan
Blended Learning dalam pembelajaran vokasi merupakan pendekatan yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas bagi siswa untuk belajar di mana saja dan kapan saja, serta memungkinkan mereka untuk mengakses berbagai sumber belajar digital. Dalam konteks pembelajaran vokasi, Blended Learning dapat meningkatkan keterampilan praktis melalui simulasi online, video tutorial, dan forum diskusi, yang melengkapi praktek langsung di laboratorium atau workshop. Selain itu, metode ini dapat membantu mengatasi keterbatasan fasilitas fisik dan memperluas jangkauan pendidikan vokasi ke lebih banyak siswa. Dengan demikian, Blended Learning dapat meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan vokasi, serta mempersiapkan siswa dengan lebih baik untuk memasuki dunia kerja yang semakin digital dan terintegrasi teknologi.
Referensi:
1. Lestari, N., & Abadi, A. H. BLENDED LEARNING DI PENDIDIKAN VOKASI. Media Pendidikan, Gizi, dan Kuliner, 9(2).
2. Blended Learning: Pengertian, Konsep, dan Manfaatnya (ppmschool.ac.id)
3. buku-blended-learning-ISBN-smSC.pdf (uny.ac.id)
4. Lestari, N., & Abadi, A. H. BLENDED LEARNING DI PENDIDIKAN VOKASI. Media Pendidikan, Gizi, dan Kuliner, 9(2).
5. Dewi, K. C., Ciptayani, P. I., Surjono, H. D., & Priyanto, P. (2019). Blended Learning: Konsep dan Implementasi pada Pendidikan Tinggi Vokasi.


Komentar
Posting Komentar