Tugas Portofolio Ke-12

  Teori dan Strategi Pembelajaran Vokasi

Judul Portofolio : Evaluasi Pembelajaran Vokasi

Nama Mahasiswa : Muhamad Tito Purnomo(2308049032)

    

Apa itu evaluasi pembelajaran vokasi?

Evaluasi pembelajaran adalah proses untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan dalam menentukan sejauh mana dan bagaimana pembelajaran yang telah berjalan agar dapat membuat penilaian (judgement) dan perbaikan yang dibutuhkan untuk memaksimalkan hasilnya.

Definisi di atas didasari oleh pendapat Mahrens & Lehmann (1978 dalam Purwnto, 2013, hlm. 3) yang menyatakan bahwa evaluasi adalah suatu proses merencanakan, memperoleh dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan.

Pada proses pelaksanaan evaluasi pembelajaran dapat juga dilakukan oleh mitra perusahaan/industri yang telah menyerap lulusan. Perusahaan/industri memberikan masukan terkait kualitas lulusan dan sekaligus penguatan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri.

A. Tujuan Penilaian Hasil Belajar

Tujuan dari penilaian hasil belajar tentunya sama bersinggungan dengan tujuan evaluasi belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan. Evaluasi merupakan faktor penting yang menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran. Oleh karena itu, sangat penting untuk benar-benar mengetahui tujuan evaluasi, agar hal yang ingin dicapai dalam proses evaluasi dapat terjadi. Tujuan evaluasi hasil belajar menurut Arifin (2017, hlm. 15) adalah sebagai berikut.

1. Mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi yang telah diberikan.

2. Mengetahui kecakapan, motivasi, bakat, minat dan sikap peserta didik terhadap program pembelajaran.

3. Mengetahui tingkat kemajuan dan kesesuaian hasil belajar peserta didik dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.

4. Mendiagnosis keunggulan dan kelemahan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

5. Seleksi, yaitu memilih dan menentukan peserta didik yang sesuai dengan jenis pendidikan tertentu.

6. Menentukan kenaikan kelas.

7. Menempatkan peserta didik sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

B. Fungsi Evaluasi Pembelajaran

Selain berbagai tujuan di atas, pentingnya evaluasi dalam pembelajaran dapat dilihat dari fungsi atau kegunaan yang dimilikinya. Menurut Arifin (2017, hlm. 15) fungsi atau kegunaan yang dimiliki oleh evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut.

1. Fungsi formatif,

yakni untuk memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran dan mengadakan program remedial jika diperlukan bagi peserta didik.

2. Fungsi sumatif,

yaitu menentukan nilai kemajuan atau hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran tertentu, sebagai bahan untuk memberikan laporan kepada berbagai pihak, penentuan kenaikan kelas, dan penentuan lulus tidaknya peserta didik.

3. Fungsi diagnostik,

yakni untuk memahami latar belakang meliputi latar psikologis, fisik, dan lingkungan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar, yang hasilnya dapat digunakan sebagai dasar dalam memecahkan kesulitan-kesulitan tersebut.

4. Fungsi penempatan,

yaitu menempatkan peserta didik dalam situasi pembelajaran yang tepat (misalnya dalam menentukan program spesialisasi) sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik.

Sementara itu fungsi evaluasi menurut Sudjana (2017, hlm. 3) dikelompokkan menjadi tiga fungsi, yakni sebagai berikut.

1. Alat untuk mengetahui tercapai-tidaknya tujuan instruksional.

2. Umpan balik bagi perbaikan proses belajar-mengajar.

3. Dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tuanya.

C. Karakteristik Evaluasi Pendidikan Vokasi

Pembelajaran pada bidang kejuruan mengacu pada pembelajaran berbasis kompetensi, oleh karena itu penilaian terhadap pencapaian hasil belajar sudah selayaknya mengacu pada penilaian berbasis kompetensi. Terdapat beberapa karakteristik penilaian berbasis kompetensi yang harus diperhatikan dalam mengimplementasikan penilaian berbasis kompetensi, karakteristik-karakteristik tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Belajar Tuntas 

Hasil belajar pada kompetensi yang termasuk ketegori pengetahuan dan ketrampilan, peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yangt benar dan hasilnya baik.

2. Otentik 

Memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu. Penilaian otentik harus mencerminkan masalah dunia nyata, bukan dunia sekolah. Menggunakan berbagai cara dan kriteria holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap). Penilaian otentik tidak hanya mengukur apa yang diketahui oleh peserta didik, tetapi lebih menekankan mengukur apa yang dapat dilakukan oleh peserta didik.

3. Berkesinambungan 

Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan hasil belajar peserta didik, memantau proses kemajuan, dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk penilaian proses, dan berbagai jenis ulangan secara berkelanjutan (ulangan harian, ulangan tengah smester, ulangan akhir semester, atau ulangan kenaikan kelas).

4. Berdasarkan Acuan Kriteria 

Kemampuan peserta didik tidak dibandingkan terhadap kelompoknya, tetapi dibandingkan terhadap kriteria yang ditetapkan, misalnya ketuntasan minimal, yang ditetapkan oleh satuan pendidikan masing-masing.

5. Menggunakan Teknik 

Penilaian yang Bervariasi Teknik penilaian yang dipilih dapat berupa tertulis, lisan, produk, portofolio, unjuk kerja, proyek, pengamatan, dan penilaian diri.

D. Strategi Penilaian Hasil Pembelajaran Vokasi

Mengacu pada Lampiran permendikbud 81A Tahun 2013, strategi penilaian hasil belajar dapat dilakukan dengan metode dan teknik penilaian sebagai berikut. 

1. Metode Penilaian 

Penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan metode tes dan nontes. Metode tes dipilih bila respons yang dikumpulkan dapat dikategorikan benar atau salah, misalnya untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar pada kompetensi inti kategori pengetahuan dan ketrampilan.

Metode tes dapat berupa tes tulis atau tes kinerja.

a. Tes tulis dapat dilakukan dengan cara memilih jawaban yang tersedia, misalnya soal bentuk pilihan ganda, benar-salah, dan menjodohkan.

b. Tes kinerja, dibedakan menjadi dua, yaitu perilaku terbatas dan perilaku meluas. Tes kinerja perilaku terbatas, misalnya meminta peserta didik untuk menunjukkan kinerja dengan tugas-tugas tertentu yang terstruktur secara ketat, misalnya peserta didik diminta menulis paragraf dengan topik yang sudah ditentukan, atau mengoperasikan suatu alat tertentu.

2. Teknik dan Instrumen Penilaian Untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan peserta didik dapat dilakukan dengan berbagai teknik, baik berhubungan dengan proses maupun hasil belajar. Teknik mengumpulkan informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik terhadap pencapaian kompetensi.

Ada tujuh teknik yang dapat digunakan, sebagai berikut:

a. Penilaian Unjuk Kerja 

Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu pekerjaan. Penilaian digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktik di bengkel, praktek di laboratorium, praktek olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi, dan lain-lain.

b. Penilaian Sikap 

Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespons sesuatu/objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap terdiri dari tiga komponen, yaitu: afektif, kognitif, dan konatif/perilaku. Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu objek. Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek.

c. Tes Tertulis 

Tes tertulis merupakan tes di mana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar, dan sebagainya.

d. Penilaianroyek 

Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan penyelidikan dan kemampuan mengaplikasikan dan kemampuan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas.

e Penilaian Produk 

Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produkproduk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, meja, kursi, barang-barang yang terbuat dari bahan logam, dari kayu, dari keramik, plastik, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar).

f. Penilaian Portofolio 

Penelaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya peserta didik secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Akhir suatu periode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik.

g. Penilaian Diri 

Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotor. Penilaian kompetensi kognitif misalnya peserta didik diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berfikir sebagai hasil belajar dari suatu mata pelajaran tertentu. Penilaian dirinya didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan.

E. Kesimpulan

Evaluasi pembelajaran vokasi merupakan proses penting yang bertujuan untuk mengukur efektivitas dan efisiensi program pendidikan kejuruan. Evaluasi ini mencakup berbagai aspek, seperti kurikulum, metode pengajaran, kinerja siswa, serta fasilitas dan sumber daya yang tersedia. Melalui evaluasi, institusi pendidikan dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam program vokasi mereka, serta mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Evaluasi yang komprehensif dan berkelanjutan akan memastikan bahwa program vokasi dapat menghasilkan lulusan yang siap kerja dan kompeten sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu, evaluasi juga membantu dalam penyesuaian kurikulum agar selalu relevan dengan perkembangan teknologi dan tren pasar kerja. Dengan demikian, evaluasi pembelajaran vokasi tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan daya saing tenaga kerja.

Referensi:

1. EVALUASI PEMBELAJARAN.pdf (uny.ac.id)

2. Budiastuti, E. (2014). Sistem penilaian pendidikan vokasi. Prosiding Pendidikan Teknik Boga Busana9(1).

3. PENILAIAN PEMBELAJARAN VOKASIONAL | Universitas Negeri Yogyakarta (uny.ac.id)

4. Evaluasi Pembelajaran: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Jenis, dsb - serupa.id

5. Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Vokasi (unpad.ac.id)

6. Evaluasi Pembelajaran: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Jenis, dsb - serupa.id

7. Mengapa evaluasi pembelajaran penting? | Psikologi Pendidikan (youtube.com)

8. Dr. Zainal Arifin, M.Pd. - Evaluasi Pembelajaran (youtube.com)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Portofolio Ke-9

Tugas Portofolio Ke-8

Tugas Portofolio Ke-6